Ada Dewa Ilmu di Kampung Keling

Medan bisa dibilang kota multietnis yang irama kehidupan masyarakatnya mengalun harmonis. Selain orang Batak, Jawa, Melayu, Tionghoa, Aceh, ada pula keturunan India yang berkoloni di Kampung Keling—kadang disebut kampung Madras. Di kawasan tersebut terdapat kuil Shri Mariamman, kuil Hindu tertua yang memiliki nilai estetis dalam ratusan rupa patung.

Kuil berbentuk persegi ini berdiri di dekat pusat perbelanjaan paling ternama di Kota Medan, Sun Plasa di Jalan Zainul Arifin. Kuil ini dibuka pukul 06.00-12.00 WIB dan dibuka lagi pukul 17.00-20.00 tiap harinya. Setiap Jumat malam, masyarakat Madras melakukan sembahyang bersama.

Kuil Shri Mariamman dibangun tahun 1884 dan diresmikan penggunaannya untuk umum tahun 1976. Bangunan kuil didominasi warna biru dan hijau, pada setiap sudut dan dinding terdapat patung dan relief. Patung dan relief tersebut diambil dari tokoh cerita dan dewa dalam terminologi Hindu.

Di dinding atas selasar utama, terdapat relief Ganesha dalam pemandangan alam terbuka, ada satu pohon dan dikelilingi pancaran sinar. Ganesha tersebut ditampilkan mendominasi satu bagian dinding. Berbeda dengan tokoh atau dewa lain yang dalam satu permukaan dinding harus berbagi dengan relief dan patung-patung lain.

Ganesha menurut kepercayaan Hindu adalah Dewa Ilmu Pengetahuan. Ia adalah putra dewa Syiwa Parwati. Karena filosofi keilmuan dan kebijaksanaannya, maka Institut Teknologi Bandung (ITB) menggunakannya sebagai lambang almamater.

Tak hanya kuil, di kampung yang secara administratif memiliki luas 10 hektar ini juga memiliki jembatan warisan budaya bernama Chen Tek buatan tahun 1916. Jembatan buah eksistensi masyarakat Tionghoa di kota Medan ini pun memeroleh pengakuan UNESCO pada tahun 2003.

Bila anda datang pada malam hari, maka tepat di belakang kuil Shri Mariamman terdapat destinasi kuliner masakan khas India dan Timur Tengah. Tempat makan di sana adalah deretan kaki lima sepanjang sekitar 100 meter. Anda mau coba? (fan)

About taufanwijaya

Membaca, memotret, menulis, traveling, mendengarkan musik, dan makan sama enaknya... twitter @taufanwijaya_
This entry was posted in omongan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ada Dewa Ilmu di Kampung Keling

  1. andika bakti says:

    Bang, ada enggak tradisi/acara tahunan yang dilakuin sama masyarakat kampung keling?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s