Pledoi Soekarno Terus Berkumandang di Viaduct

Bangunan di Jalan Perintis Kemerdekaan 5, Viaduct, Bandung, dulu menjadi gedung pengadilan milik Pemerintah Hindia Belanda bernama Landraad. Kini tempat yang halamannya sekaligus sebagai parkiran, pledoi Soekarno saat vonis dijatuhkan delapan dekade lalu terus-menerus dibacakan.

Di ruangan yang memiliki tiga jendela kayu berdaun ganda, dua buah pintu, serta ubin-ubin hitam, Soekarno bersama tiga kawannya, Gatot Mangkoepraja, Soepriadinata, dan Maskoen menjalani 26 persidangan yang melelahkan.

Sidang yang berlangsung dari tanggal 18 Agustus hingga 22 Desember 1930 itu akhirnya menjatuhkan hukuman empat tahun penjara ke rumah tahanan Banceau pada lelaki 24 tahun yang kelak membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia ini. Di akhir vonis, Soekarno membacakan pembelaan (pledoi) yang dinamainya “Indonesia Menggugat”.

Gedung pengadilan ini kemudian digunakan PMI saat penjajahan Belanda beralih ke tangan Jepang.  Beberapa kantor instansi berselingan menggunakan gedung ini setelahnya. Hingga tahun 2005 H.C. Mashudi, mantan Gubernur Jawa Barat bersama sejumlah mahasiswa memulai upaya untuk mempertahankan keberadaan gedung ini—saat itu satu kapital ingin menjadikan situs sejarah ini menjadi tempat belanja, cafe, atau factory outlet.

Harapan H.C. Mashudi berbuah nyata, tanggal 18 Juni 2001 bangunan ini resmi menjadi ruang publik bernama Gedung Indonesia Menggugat (GIM) yang di hari itu diresmikan Hidayat Nur Wahit saat menjabat Ketua MPR.

Kini Gedung Indonesia Menggugat mewadahi kegiatan sosial dan kesenian seperti pembacaan puisi, pementasan teater, diskusi, dan pameran. “Kegiatan yang diadakan di sini harus sesuai dengan spiritnya, karena ini ruang kebangsaan,” tutur M.S. Hanif, Sekjen Pengurus GIM, pada Senin siang di bulan November dua tahun silam.

Demikianlah, meski pledoi Indonesia Menggugat telah lama berlalu namun semangatnya terus bergetar hingga kini, karena setiap kegiatan yang diadakan di GIM selalu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan pledoi Indonesia Menggugat.

About taufanwijaya

Membaca, memotret, menulis, traveling, mendengarkan musik, dan makan sama enaknya... twitter @taufanwijaya_
This entry was posted in omongan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s