Menjadi Penulis

Di satu sore, MC dalam satu event di Cambridge City Square, Medan, membuat games yang awalnya tak menarik. Seorang anak perempuan memeroleh bingkisan setelah naik ke panggung.

Sebelum si anak turun, MC melontarkan pertanyaan tentang cita-cita. “Ingin jadi penulis,” jawab si anak. Hatiku berdesir mendengar cita-cita yang disebutkannya, saya kemudian mendekat karena penasaran. Saya menerobos kerumunan penonton di pinggir panggung. Anak yang luar biasa yang tentu tumbuh dari keluarga yang tak biasa-biasa saja. Ada hal spesial dan bisa diidolakan dari kepenulisan sehingga si anak menjadikan penulis sebagai cita-cita.

Perlu keberanian bagi si anak untuk bangga bahwa menulis adalah pekerjaan yang terbaik—setidaknya dalam pandangannya. Dan perlu kebijaksanaan yang cukup bagi orangtuanya untuk “merawat” keinginan si anak. Keinginan menjadi penulis sebagai akar dari cita-cita.

Saya teringat pada perempuan Maggie Tiojakin yang menulis banyak fiksi untuk media asing. Dalam tulisannya, kadang ia menjadi laki-laki yang kelelakiannya bahkan melampaui ego kami sebagai laki-laki. Saya juga salut pada kerelaan Maggie untuk berbagi dalam bidang sastra. Di sela-sela kesibukannya ia menerjemahkan cerpen-cerpen klasik ke dalam bahasa Indonesia lewat blognya http://fiksilotus.wordpress.com

Saya juga teringat pada J.K. Rowling, penulis best seller Harry Potter. Bagaimana ia awalnya ditolak, dan harus berkompromi soal nama demi menuruti selera pasar pembaca. Ibu rumah tangga yang tertarik untuk menulis dunia fantasi, yang menciptakan sekolah sihir Hogwarts.

Saya kembali teringat si bocah perempuan. Di antara pilihan pekerjaan sebagai pengacara, dokter, insinyur, presiden, ilmuwan, dan seterusnya. Saya memikirkan tentang pilihan hidup. Betapa banyak bertaburnya jalan yang bisa diambil manusia untuk menjadi manusia yang benar-benar hidup. Hidup yang mencintai kehidupan karena merasa diri kita bermakna dalam siklusnya.

foto: Taufan Wijaya

About taufanwijaya

Membaca, memotret, menulis, traveling, mendengarkan musik, dan makan sama enaknya... twitter @taufanwijaya_
This entry was posted in omongan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Menjadi Penulis

  1. Jim says:

    Makasih atas infonya , Adria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s