Perjalanan Pilek Unggas

Di awal Februari yang lembab, masyarakat di Desa Air Raja gelisah. Desa yang mulanya tenteram karena jauh dari hiruk pikuk kota dan terapung jauh sendirian sebagai pulau kecil, terserang wabah. Sebagian ayam-ayam warga mati, sebagian lagi lemas dan berliur.

Desa Air Raja. Foto-foto: Taufan Wijaya

Desa Air Raja. Foto-foto: Taufan Wijaya

Belum terjawab keheranan bagaimana pilek yang hebat bisa menjangkau pulau yang hanya bisa dicapai dengan perahu tempel. Keresahan kemudian menjalar ke Batam, pusat pemerintahan atas Desa Air raja. Pakar yang menangani unggas dikirim untuk memeriksa dan nyatalah ancaman itu; flu burung. Seminggu kemudian satu regu dikirim untuk memusnahkan virus yang dikenal sebagai H5N1.

Siang itu belasan warga yang kebanyakan ibu-ibu berkumpul di balai desa. Mereka mendengarkan pemaparan pejabat berwenang. Sebagian resah karena harus melepas unggas piaraannya dengan hanya memegang janji ganti rugi. Sebagian lagi terlihat pilu melihat ayam-ayam dimasukkan kantung plastik dan diracuni dengan gas jahat hingga mati lemas.

Siang itu ratusan dalam rumpun burung jantan dan betina, dewasa dan anakan menemui ajal. Mereka dimusnahkan karena menjadi perantara virus yang mengancam manusia.

flu_burung_taufanwijayaflu_burung_taufanwijaya-2Flu Burung di Batamflu_burung_taufanwijaya-3

About taufanwijaya

Membaca, memotret, menulis, traveling, mendengarkan musik, dan makan sama enaknya... twitter @taufanwijaya_
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s