Terakhir Dalam “Dekat Perempuan”

“Nanti di depannya ada mobil Mercy.” Begitulah salah satu petunjuk lewat telepon saat kami mencari alamat seminggu lalu di Jakarta. Tak ada kesan pamer yang kutangkap dari si penelepon karena mungkin mobil itu adalah cara gampang untuk menemukan rumahnya.

Perjalanan itu untuk pemotretan paripurna “Dekat Perempuan” women cancer-photo project. Proyek foto yang sejatinya telah selesai baik dalam layout buku maupun proses pameran yang bila sesuai rencana akan dihelat di Batam sebagai kota pertama.

DSC_8498Subyek foto kali ini adalah perempuan yang baru saja menyelesaikan kemoterapi. Subyek adalah penyebutan bahwa kelak orang dalam foto ini “berbicara” sendiri lewat gambar. Perempuan yang hendak saya foto adalah sosialita dan memiliki karier yang gemilang. Ia mengepalai ratusan orang di Indonesia dalam satu perusahaan farmasi multinasional.

Bukan perkara mudah menemuinya karena selain jadwal kerjanya yang padat, seringkali ia pergi ke luar negeri. Kesulitan itu ditambah hari libur saya yang hanya sehari dalam seminggu selain cuti.

Sebelumnya saya telah nyaris putus asa untuk dapat memotret subyek foto ini karena buku “Dekat Perempuan” harus segera masuk percetakan. Tapi saya dan Cecelia telah sepakat bahwa foto subyek terakhir ini adalah penyedap bila itu adalah kata ganti dari ‘pelengkap’ buku ini. Subyek terakhir ini juga menjadi jawaban bagi Seno Gumira Ajidarma yang merasa gambar-gambar dalam buku ini terkesan “suram”. Foto terakhir ini saya harapkan menjadi bias sinar di langit yang digelayuti awan-awan hujan.

Sampailah kami di rumahnya. Ia membukakan pintu saat kami datang. Penampilannya sederhana, terkesan casual dengan jeans dan balutan kaos bergaris biru. Senyumnya mengembang dan obrolan hangat seketika tercipta.

Saya dan Cecelia langsung diajaknya ke ruang tengah. Ia menceritakan rambutnya yang mulai tumbuh, yang menurutku lebih cepat dibanding pertumbuhan rambut lain—bahkan yang bukan rontok akibat obat kemo.

Ia sibuk membuatkan kami teh dingin setelah menawari beberapa jenis minuman. Saya menunggu di semacam bar mini tepat di depan dapurnya yang modern. Ia senantiasa menyunggingkan senyum lebar sembari bercerita. Sebuah lesung pipit tertarik ke dalam pipi kanannya saat tersenyum.

Kami banyak membicarakan perihal kanker dan proyek foto yang saya kerjakan bersama Cecelia. Selain kami bercerita tentang keseharian, pekerjaan, dan kehidupan. Di sela-sela mengobrol, mata saya menjelajahi setiap jengkal ruang dalam rumahnya untuk foto. Mulai dari dinding di luar, kolam renang yang dipisahkan kaca dengan tempatku duduk, dan seterusnya. Tak puas, kami dengan sengaja mensurvei kamar-kamar di lantai atas. Yang pada akhirnya saya lebih tertarik pada komposisi sebagian tangga, dapur, dan jam berhias ikan-ikan yang semua itu terangkum dalam satu bingkai gambar.

Selain memotret dirinya saat di dalam rumah, saya juga memotretnya saat berkendara. Kami mengitari kawasan rumahnya di siang yang terik. Dan tak terasa seperuh siang telah habis bersama teman baru kami ini. Perutpun telah kenyang oleh menu makanan Sunda. Saya harus pamit karena pekerjaan lain menunggu.

Kini buku foto “Dekat Perempuan” telah lengkap. Foto-foto yang kami sajikan adalah yang terbaik yang bisa kami dapat. Meski sebagian staging, mereka saya foto dalam pose yang bagi mereka nyaman. Subyek dalam foto ini bukanlah para model. Mereka adalah orang-orang yang mengalami satu babak hidup yang tak mereka pilih.

About taufanwijaya

Membaca, memotret, menulis, traveling, mendengarkan musik, dan makan sama enaknya... twitter @taufanwijaya_
This entry was posted in omongan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s