Tips Memotret Industri

Seiring pertumbuhan ekonomi berkembang pula dunia industri. Dan industri memerlukan fotografer untuk menghasilkan foto yang bisa menggambarkan perusahaan mereka.

Perusahaan punya empat cara untuk mencukupi kebutuhan fotonya. Yaitu melalui lomba foto, menggunakan sumber daya intern, membeli atau sewa dari agen, dan menyewa fotografer. Fotografer yang mengerjakan klien perusahaan tidak hanya fotografer komersial, agen foto yang biasa menyuplai foto jurnalistik juga telah lama mengerjakan foto pesanan untuk memotret industri.

Foto: Taufan Wijaya

Foto: Taufan Wijaya

Foto: James E. Stoots

Foto: James E. Stoots

Dunia industri memerlukan foto untuk dokumentasi serta portofolio perusahaan. Sebagai dokumentasi, foto berguna untuk bahan laporan dan evaluasi. Sedangkan foto sebagai materi portofolio perusahaan digunakan untuk ilustrasi (termasuk iklan), presentasi, serta ekpansi menyangkut kerja sama dengan bank atau antarperusahaan.

Bila Anda adalah fotografer lepas (freelance), hal-hal berikut perlu dicermati untuk memotret industri:

Kontrak

Anda akan dibayar untuk hasil karya foto Anda, maka kontrak adalah hal penting sebelum memulai bekerja. Dalam kontrak akan disebutkan jumlah uang, periode kerja, serta hak dan tanggung jawab kedua belah pihak.

Kesulitan pertama bagi fotografer yang baru memulai memotret untuk industri adalah menentukan tarif. Tidak sulit menentukan tarif bagi klien perusahaan. Anda bisa memilih menghargai tiap karya foto Anda, menentukan harga keseluruhan proyek foto, atau menggunakan tarif harian (day-rate). Pastikan tarif yang Anda ajukan telah memuat biaya penyusutan alat (kamera, lensa, flash, dst), nilai kesulitan, biaya akomodasi, dan risiko pekerjaan.

Foto: Taufan Wijaya

Foto: Taufan Wijaya

Ketika menentukan tarif harian, dua belah pihak harus menyetujui terlebih dahulu jumlah foto dari total proyek. Artinya ketika sehari Anda menghasilkan ratusan gambar, tidak semuanya wajib disetorkan kepada klien.

Mengenai akomodasi, ini juga sangat penting karena sangat mungkin menghabiskan sebagian besar alokasi biaya Anda. Apakah tiket pesawat dibiayai? Ketika di lokasi apa Anda disediakan mobil atau harus menyewa sendiri? Apakah di lokasi perlu naik helikopter dan seterusnya.

Pada tahap penyelesaian kontrak, Anda dituntut fasih berkomunikasi dan mampu bernegosiasi.

Persiapan

Persiapan bersifat teknis dan non-teknis. Hal teknis adalah mempersiapkan pemotretan menyangkut riset, penentuan jadwal, penentuan rute dan menyiapkan alat-alat.

Ide adalah persiapan non-teknis yang sama pentingnya. Sebelum sampai di lokasi, Anda sebaiknya telah punya konsep pemotretan. Konsep pemotretan menunjukkan kompetensi Anda dan menentukan kemudahan waktu proses pemotretan dan editing. Jangan lupa menuliskan ide foto Anda!

Riset penting untuk memahami apa yang akan Anda foto dan bagaimana memotretnya. Dalam riset, Anda perlu juga melihat foto-foto dari jenis industri yang sama sebagai referensi. Tanpa riset Anda akan kebingungan dan kehabisan energi serta waktu ketika sampai di lapangan.

Jadwal dan rute pemotretan adalah bagian dari persiapan. Hal ini akan memudahkan ketika Anda bekerja.

Foto: Jerry Poppenhouse / Philips Petroleum

Foto: Jerry Poppenhouse / Philips Petroleum

Hal terakhir adalah persiapan alat. Alat adalah perangkat yang diperlukan untuk merealisasikan ide pemotretan Anda. Tak perlu berkecil hati bila Anda tidak punya peralatan yang memadai untuk pemotretan industri. Saat ini telah banyak jasa rental alat fotografi mulai kamera, perangkat studio, hingga lensa-lensa khusus. Bila Anda tak ingin berinvestasi pada alat, hal itu bukan menjadi persoalan di zaman sekarang.

Foto: Lou Jones

Foto: Lou Jones

Sesuaikan alat dengan kebutuhan fotografi Anda. Apakah perlu lensa makro? Perlu flash atau lampu studio? Perlukah kamera underwater dan seterusnya. Jangan membawa alat yang kemungkinan tidak diperlukan karena menghabiskan tenaga Anda untuk membawanya. Pastikan Anda menggunakan kamera dan lensa cadangan bila di lokasi terjadi masalah atau kerusakan.

 

Di Lokasi

Hal paling mendasar yang harus dilakukan ketika di lokasi industri adalah mengikuti standar pengamanan. Di pabrik dan lokasi pertambangan banyak terdapat benda dan mesin yang mengancam keselamatan Anda. Selain helm, mungkin Anda perlu kacamata khusus, baju pelindung, dan seterusnya. Bila pemotretan dilakukan di atas perahu, pastikan kita mengenakan Life Vest atau Life Jacket.

Berikutnya, yang penting ketika di lokasi:

– Amati kondisi pencahayaan. Identifikasi sumber-sumber cahaya. Bila suatu adegan baiknya difoto saat pagi (sesuai arah cahaya), sementara Anda datang siang hari, upayakan untuk mengulang memotretnya esok hari kemudian. Idealnya pemotretan memang tidak cukup diselesaikan dalam satu hari.

Foto: Camille Vickers

Foto: Camille Vickers

– Jangan segan untuk mengatur adegan dalam foto demi alasan komposisi dan kejelasan pesan. Ingat,tugas Anda adalah menggambarkan proses produksi dalam suatu industri sebaik mungkin. Bila misalnya seorang pekerja tidak berada di posisi yang baik atau terkesan malas, Anda bisa memintanya sedikit bergaya. Yang penting adalah adegan itu adalah bagian dari proses produksi dan relevan. Foto industri adalah foto komersial dan bukan foto jurnalistik.

– Perhatikan hal-hal detail. Selain memotret mesin/alat industri, jangan lupa memotret detail yang menunjukkan relasi dengan manusia misalnya helm, sepatu, dan seterusnya.

– Selalu bawa alat komunikasi seperti walky talky sehingga Anda bisa terus berkoordinasi dengan tim Anda atau dengan pengawas/mandor. Alat komunikasi walky talky perlu bila kehadiran telepon seluler mengganggu atau tidak diizinkan penggunaannya. Dengan tetap bisa berkomunikasi Anda bisa berkonsultasi dengan pengawas dan tim pada setiap teknik visualisasi ide Anda, dan tentu meminta bantuan bila menghadapi kendala dan kecelakaan.

– Yang terakhir adalah upayakan untuk memiliki foto udara. Foto dari ketinggian tidak wajib, tapi perlu untuk menunjukkan skala konstruksi, bangunan, dan zona industri. Bila Anda tidak memiliki akses pada helikopter, drone bisa menjadi alternatif. Sebelumnya Anda harus memastikan penggunaan drone telah disepakati saat perjanjian kontrak pemotretan.

Foto: Jerry Poppenhouse / Philips Petroleum

Foto: Jerry Poppenhouse / Philips Petroleum

Tips di atas hanya semacam panduan untuk memudahkan pemotretan industri yang dirangkum dari pengalaman dan referensi (Neubart, Jack [1989] “Industrial Photography.” New York: Watson-Guptill). Kelancaran dalam pemotretan bergantung dari persiapan dan ketelitian Anda. Sedangkan kesuksesannya bergantung pada kemampuan teknis dan kreativitas. Good luck!🙂

About taufanwijaya

Membaca, memotret, menulis, traveling, mendengarkan musik, dan makan sama enaknya... twitter @taufanwijaya_
This entry was posted in omongan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s