Dunia Fotografi, Dunia Pria

Dalam setiap pekerjaan dan hobi, selalu ada kecenderungan gender. Para pemikir mengatakan, untuk memahami dunia, “engendered everything!” Pun begitu dalam fotografi. Tanpa menafikkan para fotografer perempuan kamerad, fotografi adalah dominasi laki-laki.

Pertama-tama, mari kita bicara data. Dari 1,556 fotografer yang disurvei untuk laporan World Press Photo (WPP) tahun ini, jumlah perempuan hanya 15 persennya—sangat jauh dibanding jumlah laki-laki.

Courtesy PA/Dailymail

Courtesy PA/Dailymail

Mengenai jumlah fotografer perempuan yang sedikit, pengalaman berikut bisa sedikit menjelaskan. Tiga tahun lalu, saya pernah diminta untuk menyeleksi staf jurnalis foto baru untuk suratkabar. Ketika saya mengajukan kandidat perempuan, Si Pemimpin Redaksi keberatan dan meminta untuk dicarikan fotografer laki-laki. Alasannya hanyalah perempuan terlalu berisiko untuk ditugasi liputan malam, apalagi ke daerah merah. (Lebih masuk akal bila alasan itu disebutkan sekarang, di saat banyak kasus perkosaan.)

Namun saya tidak tahu, apakah kesadaran akan dominasi laki-laki di dunia fotografi yang membuat banyak perempuan yang bekerja di sektor ini “kelelaki-lakian” (manly atau tomboy). Atau mungkin hanya perempuan yang bergaya seperti ini yang “betah” bekerja sebagai jurnalis foto. Pekerjaan yang menuntut tahan banting dan tak takut berada di medan yang berat. (Apalagi bila dari segi upah, Dana Ford di CNN melaporkan bahwa rata-rata perempuan hanya digaji 79% dibanding laki-laki.)

Banyak perempuan fotografer, terutama yang bekerja untuk media berpenampilan macho: berkaus oblong dan celana jeans, lengkap dengan sepatu boots atau sneakers butut. Banyak di sini bukan berarti semuanya, ada juga yang bergaya sangat “cewek.” Sehingga ketika suatu kali bertemu stringer foto perempuan Antara di Jogja mengenakan rok dan berkaus ketat, saya mencandainya agar selalu berpenampilan begitu untuk memberi alternatif citra jurnalis foto perempuan.

Lalu apa pentingnya saya membicarakan soal gender dalam dunia fotografi? Yang utama adalah pada keluaran fotografi itu sendiri. Dominasi laki-laki dalam fotografi membuat persepsi “dikuasai” oleh laki-laki. Sajian foto-foto dalam berita, iklan, dan dokumentasi hanya diwakili cara pandang laki-laki.

Kritikus Laura Mulvey dalam esainya yang banyak menjadi referensi ilmiah berjudul “Visual Pleasure and Narrative Cinema” mengenalkan “male gaze”, tentang bagaimana visual menggambarkan dunia dan perempuan dari cara pandang maskulin serta perilaku laki-laki.

Bukankah aneh saat populasi terbanyak kita adalah perempuan, tapi sajian visual yang ada di suratkabar, majalah, portal online, banyak diisi oleh foto yang menyenangkan laki-laki? Ego saya sebagai laki-laki tentu senang dengan kondisi ini, tapi hati kecil saya merasakan ada ketidakadilan. Seolah-olah, kami laki-laki, memaksa kaum perempuan menyukai gambaran yang kami sukai.

Namun ada juga masalah yang tak kalah pelik, demi langgeng di industri fotografi, banyak fotografer perempuan “meminjam” mata laki-laki. Contoh sederhananya adalah banyak fotografer komersial perempuan yang juga mengeksplorasi keseksian tubuh modelnya. Lihatlah majalah, dan temukan banyak fotografer perempuan yang memotret seperti fotografer laki-laki.

Akhirnya, saya hanya bisa berangan-angan lebih banyak perempuan bekerja di sektor fotografi. Sehingga ada pembalikan atau perlawanan perspektif (“subverting the gaze” dalam visual literacy). Mungkin bila setidaknya jumlah fotografer perempuan dan laki-laki berimbang, perspektif yang disajikan lewat medium fotografi bisa lebih beragam.

About taufanwijaya

Membaca, memotret, menulis, traveling, mendengarkan musik, dan makan sama enaknya... twitter @taufanwijaya_
This entry was posted in omongan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s